Jenis Resiko yang Dapat Diasuransikan

Tidak semua resiko dapat diasuransikan.

Resiko yang dapat diasuransikan harus memenuhi karakteristik sebagai berikut:

Kerugian bersifat pasti (definitif)

seperti: meninggal dunia, sakit, cacat, dan usia tua, termasuk didalamnya kondisi yang bisa diidentifikasikan, seperti gedung hancur, kapal laut tenggelam, pesawat jatuh, dan lain-lain

Kerugian terjadi karena faktor ketidaksengajaan

seperti: menderita penyakit kritis tahap akhir, kecelakaan, atau bencana alam

Kerugian bersifat meyakinkan

seperti: seseorang yang tidak mampu lagi bekerja karena suatu kecelakaan kerja, mesin tidak berfungsi lagi karena rusak berat

Objek yang diasuransikan dapat dinilai dan dikonversi dengan nilai uang

Resiko yang terjadi harus bersifat alami

terjadi karena ketidaksengajaan dan tidak direncanakan sebelumnya

Resiko yang terjadi tidak melanggar kepentingan umum

Premi asuransi yang dibebankan nilainya cukup wajar

Pihak yang mengajukan asuransi harus memiliki kepentingan yang dapat diasuransikan

 

Baca juga:

Prinsip Dasar Asuransi

Fungsi dan Tujuan Ber-Asuransi

Pengertian Asuransi

Merencanakan Program Asuransi

Istilah Dalam Asuransi

 

Bagikan ke teman? Pilih di bawah ini:

Prosedur Pendaftaran Peserta BPJS

A. Pendaftaran Bagi Penerima Bantuan Iuran / PBI

Pendataan Fakir Miskin dan Orang Tidak mampu yang menjadi peserta PBI dilakukan oleh lembaga yang menyelenggarakan urusan Pemerintahan di bidang statistik (Badan Pusat Statistik) yang diverifikasi dan divalidasi oleh Kementerian Sosial.

Selain peserta PBI yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat, juga terdapat penduduk yang didaftarkan oleh Pemerintah Daerah berdasarkan SK Gubernur/Bupati/Walikota bagi Pemda yang mengintegrasikan program Jamkesda ke program JKN.

 

B. Pendaftaran Bagi Peserta Pekerja Penerima Upah / PPU

1. Perusahaan / Badan usaha mendaftarkan seluruh karyawan beserta anggota keluarganya ke Kantor BPJS Kesehatan dengan melampirkan :

a. Formulir Registrasi Badan Usaha / Badan Hukum Lainnya

b. Data Migrasi karyawan dan anggota keluarganya sesuai format yang ditentukan oleh BPJS Kesehatan.

2. Perusahaan / Badan Usaha menerima nomor Virtual Account (VA) untuk dilakukan pembayaran ke Bank yang telah bekerja sama (BRI/Mandiri/BNI)

3. Bukti Pembayaran iuran diserahkan ke Kantor BPJS Kesehatan untuk dicetakkan kartu JKN atau mencetak e-ID secara mandiri oleh Perusahaan / Badan Usaha.

C. Pendaftaran Bagi Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah / PBPU dan Bukan Pekerja

* Pendaftaran PBPU dan Bukan Pekerja

1. Calon peserta mendaftar secara perorangan di Kantor BPJS Kesehatan

2. Mendaftarkan seluruh anggota keluarga yang ada di Kartu Keluarga

3. Mengisi formulir Daftar Isian Peserta (DIP) dengan melampirkan :

– Fotokopi Kartu Keluarga (KK)

– Fotokopi KTP/Paspor, masing-masing 1 lembar

– Fotokopi Buku Tabungan salah satu peserta yang ada didalam Kartu Keluarga

– Pasfoto 3 x 4, masing-masing sebanyak 1 lembar.

4. Setelah mendaftar, calon peserta memperoleh Nomor Virtual Account (VA)

5. Melakukan pembayaran iuran ke Bank yang bekerja sama (BRI/Mandiri/BNI)

6. Bukti pembayaran iuran diserahkan ke kantor BPJS Kesehatan untuk dicetakkan kartu JKN. Pendaftaran selain di Kantor BPJS Kesehatan, dapat melalui Website BPJS Kesehatan

* Pendaftaran Bukan Pekerja Melalui Entitas Berbadan Hukum (Pensiunan BUMN/BUMD)

Proses pendaftaran pensiunan yang dana pensiunnya dikelola oleh entitas berbadan hukum dapat didaftarkan secara kolektif melalui entitas berbadan hukum yaitu dengan mengisi formulir registrasi dan formulir migrasi data peserta.

 

Sumber: Brosur BPJS

 

Tulisan lain mengenai BPJS:

1 Menjadi Peserta BPJS

2 Iuran BPJS

3 Manfaat BPJS

4 Persyaratan Menjadi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama BPJS

 

Bagikan ke teman? Pilih di bawah ini:

Pengertian Cek dan Jenis-jenisnya

 

Cek

adalah perintah tertulis nasabah kepada bank untuk menarik dananya sejumlah tertentu atas namanya atau atas unjuk.

 

Cek terdiri dari berbagai jenis atau macam, diantaranya adalah :

Cek atas unjuk

yaitu Cek yang tidak mencantumkan nama orang yang akan menguangkan dan bank akan membayarkan kepada siapa saja yang akan datang untuk menggunakan Cek tersebut.

Cek atas nama

yaitu Cek yang mencantumkan nama orang yang akan dibayarkan

Cek kosong

yaitu Cek yang dananya tidak tersedia  atau tidak mencukupi dalam rekening orang yang bersangkutan di bank

Cek mundur

yaitu Cek yang pembayarannya dilakukan pada tanggal yang tercantum mundur dari saat cek tersebut dibuat

Travel Cheque

yaitu Cek bepergian yang dijual untuk dipakai oleh orang yang tidak menghendaki membawa uang tunai saat bepergian ke dalam atau luar negeri.

Cek Silang

Cek Silang atau cross cheque merupakan cek yang dipojok kiri atas diberi dua tanda silang. Cek ini sengaja diberi silang, sehingga fungsi cek yang semula tunai berubah menjadi non tunai atau sebagai pemindahbukuan.

Baca juga:

Pengertian Tabungan

Pengertian Uang giral

Pengertian Asuransi

Pengertian Bank dan Jenis-jenisnya

Pengertian Deposito

 

Bagikan ke teman? Pilih di bawah ini:

Apa itu Kode Swift?

 

SWIFT adalah singkatan dari Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication.

Kode Swift adalah format standar Kode Pengenal Bank yang merupakan kode unik untuk mengindentifikasi bank tertentu.




Kode Swift  ini digunakan saat mentransfer uang antar bank, terutama untuk transfer internasional. Bank juga menggunakan kode ini untuk berkomunikasi antara satu bank dengan bank yang lain.

Terdiri dari 8 atau 11 karakter, Kode SWIFT mempermudah  pengiriman uang dari satu bank ke bank yang lainnya. Jika hanya menyertakan 8 karakter, itu menandakan bahwa bank tersebut merupakan bank utama (bukan cabang).

Formatnya adalah sebagai berikut:

WWWW XX YY ZZZ

Empat karakter pertama (WWWW) merupakan kode bank yang hanya menggunakan huruf.

Dua karakter berikutnya (XX) adalah kode negara dan juga hanya menggunakan huruf.

Dua karakter berikutnya (YY) adalah merupakan kode lokasi. Boleh menggunakan huruf atau angka.

Tiga karakter terakhir (ZZZ) adalah merupakan kode cabang bank tersebut. Kode cabang ini bisa menggunakan angka atau huruf.





Pendaftaran Kode Swift ditangani oleh Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication, yang berkantor pusat di La Hulpe, Belgia.

 

Kode Swift berbagai Bank di Indonesia

 

Bagikan ke teman? Pilih di bawah ini: